APAKAH KITA YANG DIRINDUKAN RASULULLAH?
Kita punya cara untuk mengenang orang paling mulia di dunia, Nabi Muhammad saw.Catatan ringkas ini semoga menjadi renungan buat kita.
Berteladan kepada Nabi shalallaahu 'alaihi wa sallam agar kita menjadi ummat yang dirindunya. Bagaimana beliau?
1.) Kalau ada pakaian yang koyak, Nabi saw menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.
2.) Setiap kali pulang ke rumah, bila belum tersaji makanan karena masih dimasak, sambil tersenyum beliau menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Aisyah menceritakan bahwa kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.
3.) Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudahnya.
4.) Pernah beliau pulang menjelang pagi hari. Tentulah beliau teramat lapar waktu itu. Namun dilihatnya tiada apa pun yang tersedia untuk sarapan. Bahkan bahan mentah pun tidak ada karena ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?’ Aisyah menjawab dengan agak serba salah, ‘Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.’ Rasulullah lantas berkata, ‘Jika begitu aku puasa saja hari ini.’ tanpa sedikit tergambar rasa kesal di raut wajah beliau.
5.) Sebaliknya Nabi saw sangat marah tatkala melihat seorang suami sedang memukul isterinya. Rasulullah menegur, ‘Mengapa engkau memukul isterimu?’ Lantas lelaki itu menjawab dengan gementar, “Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap membangkang juga, jadi aku pukul dia.” Jelas lelaki itu.
“Aku tidak bertanya alasanmu,” sahut Nabi saw.
“Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu dari anak-anakmu?”
6.) Kemudian Nabi saw bersabda,”Sebaik-baik suami adalah yang paling baik, kasih dan lemah-lembut terhadap isterinya.’ Prihatin, sabar dan tawadlu’nya beliau dalam posisinya sebagai kepala keluarga langsung tidak sedikitpun merubah kedudukannya sebagai pemimpin umat.
7.) Pada suatu ketika Nabi saw menjadi imam shalat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan Nabi antara satu rukun ke rukun yang lain agak melambat dan terlihat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi gemeretak seakan sendi-sendi di tubuh Nabi mulia itu bergeser antara satu dengan yang lain. Lalu Umar ra tidak tahan melihat keadaan Nabi yang seperti itu langsung bertanya setelah shalat.
‘Ya Rasulullah, kami melihat sepertinya engkau menanggung penderitaan yang amat berat. Sakitkah engkau ya Rasulullah?”
“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat wal ‘afiat.”
“Ya Rasulullah.. .mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuh, kami mendengar suara gemeretak pada sendi-sendi tulangmu? Kami yakin engkau sedang sakit…” desak Umar penuh cemas.
Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut beliau yang kempis, kelihatan dililit sehelai kain yang berisi batu kerikil, untuk menahan rasa lapar beliau. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi gemeretak setiap kali bergeraknya tubuh beliau.
“Ya Rasulullah! Apakah saat engkau menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kemudian kami tidak akan mengusahakannya buat engkau?’
Lalu Nabi saw menjawab dengan lembut, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?’ ‘Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”
8.) Nabi saw pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang dipenuhi kudis, miskin dan kotor.
9.) Beliaupun hanya diam dan bersabar ketika kain sorbannya ditarik dengan kasar oleh seorang Arab Badawi hingga berbekas merah di lehernya. Begitupun dengan penuh rasa kehambaan beliau membersihkan tempat yang dikencingi seorang arab Badawi di dalam masjid sebelum beliau tegur dengan lembut perbuatan itu.
10.) Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa penghambaan yang sudah menghunjam dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ingin diistimewakan (dipertuan).
11.) Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH langsung tidak dijadikan sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika di depan keramaian (publik) maupun saat seorang diri.
12.) Pintu Syurga terbuka seluas-luasnya untuk Nabi, namun beliau masih tetap berdiri di sepinya malam, terus-menerus beribadah hingga pernah beliau terjatuh lantaran kakinya bengkak-bengkak.
13.) Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi. Bila ditanya oleh ‘Aisyah, ‘Ya Rasulullah, bukankah engaku telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?’ Jawab baginda dengan lembut, ‘Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.’
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab:21)
Katakanlah (Muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran :31)
آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ وَ عَلۓِ آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ
Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi
dakwatuna.com
Selasa, 07 Februari 2012
Senin, 06 Februari 2012
Allah itu di Urat Leher Kita :)
"Allah itu di urat leher kita. Kalau kita mau dekat, Dia akan dekat sekali. Kalau mau jauh, Dia akan jauh sekali. Itu aku pegang banget. Kita bisa mati setiap saat, jadi pergunakanlah waktu hidup sebaik mungkin.
Ada istilah, 'Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.' Kupikir, tahu darimana kita masih hidup sampai besok. Aku lebih setuju dengan hadist Rosulullah, untuk mengejar akhirat seakan-akan kau akan mati besok. Jadi, today is the last day. Dengan begitu kita akan selalu melakukan yang terbaik."
by Amelia Natasha (Ata)
:)
Ada istilah, 'Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.' Kupikir, tahu darimana kita masih hidup sampai besok. Aku lebih setuju dengan hadist Rosulullah, untuk mengejar akhirat seakan-akan kau akan mati besok. Jadi, today is the last day. Dengan begitu kita akan selalu melakukan yang terbaik."
by Amelia Natasha (Ata)
:)
Jumat, 03 Februari 2012
and I do it for myself :)
ohayou minnaaa ^^
ga ada hal yang penting sebenarnya, cuma mau mengisi waktu luang aja, hehe.
sebelumnya, saya mau bilang, kalo layout blog saya ganti. iseng2 dari kemaren malem saya googling cari2 blog template buat ganti yang lama. dan saya nemu buanyaaak bgt web yang nyediain template maupun blogskin yang unyu2. aduduh, dasar emang cewe ya, liat yang unyu dikit bawaannya langsung pengen teriak, 'cou kawaaaaaaiiiii ><" hehehehe
dan setelah coba ini itu, donlot disini disitu, akhirnya saya milih template yg skrang ini. alasan milih yang ini adalah, karena selain unyu, tampilannya juga simpel, ga lebai gtu. secara saya juga inget umur kalo saya uda tua. ga pantes kalo pake yang terlalu lebai, LOL
umm, saya jadi inget. tiap kali saya buka blog saya dan keliatan nulis sesuatu, adek saya dateng dan nanya, 'alah mbak, emang ada yang mau berkunjung ke blog km?' walaaaah, kejam nian ya kesannya. tapi gapapa sih, saya santai saja. lagian tujuan saya nulis blog bukan ditengok atau dikomen orang lain kok, tapi lebih karena saya pengen cerita aja, sekalian belajar nulis gitu. emang sih, tentu lebih menyenangkan kalo ada orang yang mampir ke blog kita, apalagi kalo ada yang ninggalin komen. tapi kalaupun ga ada orang yang baca, ya ga apa, toh kembali lagi ke niat awal, saya nulis buat diri saya sendiri. nothing to lose, eh?
hal lain juga yang mungkin nyambung adalah tentang kecantikan. emm, gimana ya, kebanyakan cewek tuh nganggep mereka harus tampil cantik, menawan, anggun, demi orang lain, terutama kaum adam. makanya saya agak gimana gitu kalo liat ada orang yang berusaha mati2an nerombak penampilannya cuma demi seorang cowok. bukan berarti saya ga ingin tampil cantik lho yaaa. cuman menurut saya, motivasi untuk tampil cantik itulah yang kudu diubah. saya pribadi merasa kalo orang akan lebih bahagia kalo dia berusaha tampil cantik untuk dirinya sendiri. mak dari itulah, saya coba slalu punya pikiran kalo saya harus tampil cantik, bukan demi dilihat dan dikagumi orang lain, tapi lebih karena saya ingin mensyukuri, menghargai dan menjaga apa yang diberikan Allah SWT kepada saya. jadi, ketika kita sudah merasa cantik dan tidak ada orang lain yang mempedulikannya, atau bahkan mencemooh kita, kita ga bakal sakit hati. dan hal apakah yang bikin kita tetep tersenyum bahkan ketika dicemooh orang? yup, kecantikan hati. poin lain adalah, rasa cantik cenderung membuat suasana hati atau mood kita menjadi lebih bahagia. coba deh, pernah ga sih, satu hari dimana kita merasa cantik, yang kemudian membuat hari kita itu jadi lebih berwarna? I bet you do :)
at last, be pretty folks, not for them, but for you yourselves :)
Langganan:
Postingan (Atom)

